Sabtu, 21 Februari 2015

SAJAK SEEKOR KUPU-KUPU KECIL 2 Karya: Slamet Priyadi

Image "Kupu-Kupu Kecil 2 (Foto: SP)
Kupu-Kupu Kecil
SAJAK SEEKOR KUPU-KUPU KECIL 2
Karya: Slamet Priyadi

Ketika  aku  membuka  dan hidupkan laptop
Ada kupu-kupu  kecil hitam hinggap di layar
Meski kupu-kupu itu hinggap hanya sebentar
Kemudian  terbang  dan  hinggap lagi di layar
Lalu terbang  lagi  dan kemudian hinggap lagi
Kali ini hinggap di  atas bungkus rokok anyar
Yang baru  aku  beli di  warung  Kang Damar
Tetangga sebelah rumah orang Karang Anyar

Aku biarkan saja kupu-kupu kecil itu hinggap
Aku diamkan saja sama sekali tak aku anggap
Tapi  sebentar kemudian  ia lalu terbang sigap
Lalu  berputar-putar di atas  kepala  melayang
kemudian hinggap lagi di  atas bungkus rokok
yang  baruran  saja  aku ambil isinya sebatang

Aku masih  tak  pedulikan  kupu-kupu kecil itu
Biarkan ia bertandang  di atas bungkus rokokku
Godek-godekkan kepala dan sulurkan semotnya
Kulihat matanya menatap gahar nanar ke arahku
Yang  sedari tadi sedang menulis tentang dirinya
Akupun  masih diamkan tak memperdulikannya
Beberapa saat kemudian ia pun kembali terbang
Melayang  berputar-putar  kelilingi  sinar  lampu

Sambil  menghisap  rokok  yang ada di jemariku
Dan minumsecangkir kopi hangat-hangat kuku
Aku terus saja menulis puisi ungkap inspirasi
Tiba-tiba kupu-kupu kecil itu kagetkan aku
Ia hinggap sebentar di telingaku
Serasa menggelitikku
Serasa mengusik jiwaku

Kupu-kupu  kecil itu bertandang
Hinggap  lagi di  atas  bungkus  rokok
Sambil kepak-kepakkan sayap hitamnya
Sambil  terus  angkat-angkatkan  kakinya
Sambil menjulur-julurkan sulur semotnya
Ke arah bungkus rokok,  seperti bicara:

“Wahai Tuan lelaki tua!
Hentikan  saja  kelepus hisap asap rokokmu
Sebab itu tak baik dan banyak mudharatnya
Jagalah  selalu sehatmu,  sebelum  sakitmu
Jagalah selalu hidupmu,  sebelum  matimu
Jagalah selalu usiamu,  sebelum  ajalmu

Bumi Pangarakan, Bogor
Sabtu, 15 Maret 2014 - 05:18 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar