Jumat, 20 Februari 2015

"DUA BUAH PUISI SOSIAL" KARYA SITA ROSE


Halimatusyahadah dan Nadifa
AKANG SAYANG !
Karya: Sita Rose

Akang…
Sudah tiga warsa ini kau tak beri kabar berita
Dan di sini aku makin dirasuk gundah gulana
Karena anak-anak kita selalu tanyakan akang
Kapan ayah pulang? Ayah kapan pulang, ma?

Akang…
Sudah  lebih dari tiga warsa sepuluh bulan ini
Engkau pun masih jua tak mau beri kabar lagi
Sedangkan  aku, semua  anak-anak kita di sini
Terombang-ambing di  dalam  ketidakpastian
Di dalam  kekhawatiran dan dalam penantian
Sedangkan semua pertanyaan-pertanyaan pun
Tidak pernah lagi mendapatkan jawaban pasti

Akang...
Kenapakah kau  menjadi berubah  seperti itu?
Apakah negeri yang kau singgahi lebih jelita?
Apakah kejelitaan itu telah membelenggumu?
Sebab  begitulah warta  yang telah aku terima

Akang…
Jika semua itu  memang  sangat benar adanya
Akupun kan berupaya ikhlas untuk menerima
Meskipun hati begitu sungguh  sangat terluka
Luka  pedih  perih terkoyak duka dan kecewa
Aku akan jalani hidup ini dengan ketawakalan
Bersama anak-anak kita ‘tuk raih masa depan
Akang, tentu saja aku akan selalu mendoakan
Semoga kau selalu mendapatkan kebahagiaan

Bumi Pangarakan, Bogor

Sabtuu, 21 Febuari 2015 - 11:40 WIB


Image "Slamet Priyadi" (Foto: Sudir Boke)
Slamet Priyadi
SAJAK  DARI BUKIT PARIGI
Karya: Slamet Priyadi

Meniti jalan setapak di kaki bukit Parigi saat Mentari pagi
Cahayanya menelusup celah-celah ranting dan daun bambu
Di simpang kelokan jalan berbatu dua ekor anjing berpadu
Saling ungkapkan hasrat nafsu yang  begitumenggebu-gebu
Jengah atas kehadiranku, keduanya menyalak keras ke arahku
Seakan protes berkata penuh amarah:

“Wahai tuan, kami bukan sepertimu miliki etika dan rasaan malu
Jadi, silahkan pergi lewati jalan ini, jangan ganggu kenikmatan kami!”
Kemudian akupun berlalu dari tempat itu

Melewati gundukan gumuk dan semak-semak jalan setapak
Di balik rimbunnya daunan bambu dan pohon-pohon salak
Nampaklah di sana, ada dua ekor kera pejantan dan betina
Sedang  berasyik-masuk ungkapkan hasrat nafsu senggama
Merasa jengah terganggu dengan kehadiranku di tempat itu
Keduanya, dengan wajah galak mata melotot terbelalak
Menatap garang ke arahku seakan protes berkata-kata:

“Wahai bangsa manusia kami ini bukanlah sepertimu
yang masih miliki etika unggah-ungguh dan rasa malu
Jadi, lewati jalan ini, jangan ganggu kenikmatan kami”
Kemudian akupun segera berlalu dari tempat itu

Tak terasa waktu berganti, Surya pagi semakin meninggi
Aku terus langkahkan kaki meniti jalan setapak di bukit Parigi
Melewati pohon-pohon dan kebun bunga yang harum mewangi
Melewati pematang sawah yang padinya mulailah menguning
Dua wanita jelita menyapa menggoda mengundang hasrat jiwa:

“Wahai tuan kami sudah tahu, tentu tuan seperti juga yang lain
Mampirlah di kedai kami, di sini masih ada kopi kehangatan
Sesuai dengan selera dan rasa yang tuan inginkan!”
Dan akupun terus berjalan berlalu dari tempat itu

Ketika peluh keringat membasahi seluruh tubuh
Ketika rasa lelah, rasa letih pun mulai mengeluh
Aku putuskan untuk segera berhenti berjalan
Rehat beristirahat untuk kembali segarkan badan
Segera aku hampiri kedai kopi di ujung jalan
Pesan secangkir kopi dan setatakan gorengan
Dengan gerak melenggak-lenggok penuh kemayu
Perempuan kedai itu buatkan kopi pesananku
Sambil tawarkan hasrat nafsu tak malu-malu:

“Wahai tuan, tadi ada tiga orang dari kota
Sama seperti tuan, sekarang pun masih ada di dalam
Biasa tuan, cari belai-belai kehangatan
Apakah tuan juga berkeinginan sama seperti mereka?”
Ucap perempuan itu sambil tertawa cekikikan
Segera aku bayar secangkir kopi dan gorengan,
“Benar-benar tak punya etika dan rasa malu!”
Aku menggerundel, dan segera berlalu dari kedai itu

Bumi Pangarakan, Bogor
Sabtuu, 21 Febuari 2015 - 12:23 WIB



1 komentar:

  1. Syukur Alhamdulillah di tahun ini Saya mendapatkan Rezeki yg berlimpah sebab sudah hampir 9 Tahun Saya bekerja di (SINGAPORE) tdk pernah menikmati hasil jeripaya saya karna Hutang keluarga Sangatlah banyak namun Akhirnya, saya bisa terlepas dari masalah Hutang Baik di bank maupun sama Majikan saya di Tahun yg penuh berkah ini,
    Dan sekarang saya bisa pulang ke Indonesia dgn membawakan Modal buat Keluarga supaya usaha kami bisa di lanjutkan lagi,dan tak lupa saya ucapkan Terimah kasih banyak kepada MBAH SURYO karna Beliaulah yg tlah memberikan bantuan kepada kami melalui bantuan Nomor Togel jadi sayapun berhasil menang di pemasangan Nomor di SINGAPORE dan menang banyak
    Jadi,Bagi Teman yg ada di group ini yg mempunyai masalah silahkan minta bantuan Sama MBAH SURYO dgn cara tlp di Nomor ;082-342-997-888 percaya ataupun tdk itu tergantung sama anda Namun inilah kisa nyata saya

    BalasHapus