Minggu, 22 Februari 2015

PITUAH SEGUMPAL ASAP ROKOK Karya Slamet Priyadi

Slamet Priyadi dkk di Lombok
Pituah Segumpal Asap Rokok
Karya: Slamet Priyadi

Selepas tidur suntuk semalam, di pagi hari yang cerah ini
Aku minum  secangkir  kopi  terasa  dada ini menghangat
Sambil  hisap  sebatang  rokok, aku  tatap  jendela  rumah
Nampak kayunya merapuh-ruah pikirku jadi menerawang
Begitulah aku sekarang usia semakin tua  semakin lekang
Tubuh pun semakin  lemah makin  merenta  tulang-tulang

Kuhisap lagi rokok di jemariku asapnya mengepul kelabu
Berputar-putar di depan mata melayang-layang di telinga
Seperti berbisik berkata-kata  memberi pesan kepadaku:
"Usia  tuan  itu  sudah  semakin  terus-menerus  berkurang
Bekal apa saja yang sudah tuan persiapkan dari sekarang
Untuk  bekal  menuju ke  Maniloka  alam  kelanggengan!"

Segera kumatikan rokok di jemari letakkan di asbak kursi
Lalu beranjak melangkah gontai meski badan terasa lunglai
Tuju kamar mandi bersuci bersihkan noda kotoran dalam diri
Tengadah  ke  langit  mohon doa  dan  ampunan Illahi Rabbi:

“Ya, Tuhan . . . ,  dosa-dosaku  seperti  semakin tiada bertepi
Semakin  merebak,  dan  hingga kini pun belum juga terkuak
Aku  semakin  jauh dari-MU, dan semakin jauh saja dari-MU
Gerakkan hati hambaMU, berikan kasihMU, berikan rahmatMU
Agar aku selalu bisa mendekat denganMU, dan kembali ke jalanMU
A m i e e e n  y a  r a b b a l ’a l a m i i i n . . . . . . . . ! ! !”

Bumi Pangarakan, Bogor
Jumat, 28 Desember 2012 09:30 WIB
 
ASAP ROKOK ITU SEPERTI BICARA
Karya Slamet Priyadi

Minggu  sore  jelang  petang  ini hujan lebat guyur Pangarakan bumi
Duduk di  kursi sambil minum kopi dan hisap sebatang rokok jarogi
Asap rokok mengepul depan mata berputar melingkar seperti bicara:
“Wahai tuan,  rambut,  kumis, dan jenggotmu sudah putih semuanya
 Ingat,  usiamu  sudah  di ambang batas senja, apa lagi yang kau cari?
Mengapa tak segerakan tuan  merubah diri, mengapa tak sadar diri?”

Aku tersadar dari pikiran melayang,  waktuku memang banyak terbuang
Lupakan ajaran kebenaran, lupakan keimanan, mengaji dan sembahyang
Jauh  semakin menjauh dari Ilahi Rabbi, hanya menuruti perasaan senang
Jauh semakin jauh dari Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Bumi Pangarakan, Bogor
Minggu, 01 Desember 2013

1 komentar:

  1. Syukur Alhamdulillah di tahun ini Saya mendapatkan Rezeki yg berlimpah sebab sudah hampir 9 Tahun Saya bekerja di (SINGAPORE) tdk pernah menikmati hasil jeripaya saya karna Hutang keluarga Sangatlah banyak namun Akhirnya, saya bisa terlepas dari masalah Hutang Baik di bank maupun sama Majikan saya di Tahun yg penuh berkah ini,
    Dan sekarang saya bisa pulang ke Indonesia dgn membawakan Modal buat Keluarga supaya usaha kami bisa di lanjutkan lagi,dan tak lupa saya ucapkan Terimah kasih banyak kepada MBAH SURYO karna Beliaulah yg tlah memberikan bantuan kepada kami melalui bantuan Nomor Togel jadi sayapun berhasil menang di pemasangan Nomor di SINGAPORE dan menang banyak
    Jadi,Bagi Teman yg ada di group ini yg mempunyai masalah silahkan minta bantuan Sama MBAH SURYO dgn cara tlp di Nomor ;082-342-997-888 percaya ataupun tdk itu tergantung sama anda Namun inilah kisa nyata saya

    BalasHapus