Jumat, 08 Mei 2015

BISIKAN RELIGI ANGIN PAGI Karya: Slamet Priyadi

 
Image Slamet Priyadi 42 ( Foto: SP )
Slamet Priyadi 42
BISIKAN RELIGI ANGIN PAGI
Karya: Slamet Priyadi

Aku langkahkan kaki berjalan tertatih-tatih
Di jalan setapak yang becek, basah berbuih
Digenangi air hujan gerimis yang turun lirih
Kudaki jalan panjang berkelok dengan gigih
Berlatih laku sabar meraih jiwa putih bersih

Semilir angin pagi  yang berhembus perlahan
Hujan gerimis rinai yang basahi tetumbuhan
Jalan yang dipenuhi belukar dan lata hewan
Tak surutkan aku untuk teruskan berjalan
Melangkah pasti telusuri bukit Pangarakan

Saat kakiku melangkah tertatih, terseak-seok
Di  jalan setapak yang panjang berkelak-kelok
Dan hujan gerimis bagai terus mengolok-olok
Ada  desir semilir angin pagi berbisik selorok
Seperti beri pesan religius  yang penuh amok

Wahai tuan,  makhluk  Khalik Sang Pencipta
Mengapakah masih  berpolah angkara murka
Suka sekali menghujat, menghasut, memfitna
Bersikap  tamak,  sombong, busungkan dada
Padahal  kau itu hanya makhluk tak berdaya

Mekploitasi air, daratan, udara di mayapada  
Bahkan kutak-katik korupsi uangnya negara
Adalah peristiwa keseharian nyata dan fakta
Semua  tak bisa lagi ditolerir keberadaannya
Sudah jauh dari etika dan perilaku beragama

Wahai manusia makhluk Khalik Sang Pencipta
Jika Rab kita, Tuhan kita  sirnakan kasih-Nya
Jika Sang Khalik Pencipta Semesta ini murka
Tiada ada makhluk di dunia mampu menunda
Karena itu, jauhkan perilaku kotor teernoda!


Bumi Pangarakan, Bogor
Sabtu, 16 Mei 201505:27 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar