Kamis, 02 April 2020

"UNSUR-UNSUR HIDUP DALAM MUSIK"

Blog Ki Slamet 42: Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Jumat, 03 April 2020 - 09.05 WIB

Paduan Suara Guru SMPIT Annur Cimade
 
Drs. Slamet Priyadi
Unsur-unsur ini dalam banyak tulisan tentang musik sudah terkenal, yaitu: irama (ritme), melodi, dan harmoni. Ketiga unsur inilah dalam musik yang pertama-tama bersifat konstruktip. Dalam arti, tidak boleh ditawar-tawar oleh pemain sebagai pernyataan musik itu, sebagai bahan pembangunan yang bersifat  abadi. Kalau diganti irama, melodi dan  harmoninya, lagunya akan menjadi lain.
Yang disebut irama dalam musik sebetulnya lebih mudah dirasakan daripada diterangkan. Irama, secara populer, adalah adanya unsur-unsur  dalam musik sebagai pembagian berlangsungnya waktu yang memberi pernyataan hidup kepada musik itu. Oleh karena irama itu, musik terasa mempunyai gerak. Seringkali di dalam pemakaian sehari-hari, istilah irama dalam musik disamakan dengan matra (maat) atau metrum atau birama. Itu tentu tidak benar.
Matra, metrum atau birama bukanlah unsur-unsur yang memberi pernyataan hidup pada musik. Kita membagi-bagi berlangsungnya musik dalam beberapa matra yang tetap, atau yang tidak tetap, untuk membantu kita mempermudah menggunakan musiknya. Tanda-tanda matra dalam dalam sebuah notasi musik (garis-garis yang vertikal dalam paranada), kalaupun tidak ditulis, tidak mengurangi samasekali intisari musiknya itu sendiri. Sebaliknya, irama adalah unsur mutlak musik. Tanpa irama tidak musik.
Selanjutnya yang dimaksudkan dengan melodi adalah: rentetan nada-nada yang disusun secara ritmis dengan ditetapkan ketinggiannya masing-masing. Unsur-unsur dalam melodi yang menetapkan sifatnya adalah garis ketinggian nada-nada-nadanya dan irama.
Akhirnya, harmoni adalah susunan nada-nada yang bersuara bersama-sama. Pelajaran mengenai harmoni dalam lembaga-lembaga pendidikan musik untuk banyak orang merupakan mata pelajaran yang tidak begitu mudah. Istilah harmoni dalam musik Timur mengikuti hukum-hukum yang berlainan.
Dengan sendirinya, ketiga unsur irama, melodi dan harmoni tadi di dalam susunannya satu sama lain dalam musik tidak hanya merupakan “jumlah” melulu dalam suatu komposisi. Musik harus merupakan suatu pernyataan yang “melebihi” jumlah ketiga usur tadi.
Apa yang merupakan kelebihin ini, kita coba bersama-sama meninjaunya secara tenang di bawah ini. di dalam ilmu, sesuatu yang mempunyai nilai “lebih” daripada jumlah unsur-unsur bangunannya disebut dengan bahasa Jerman “Gestalt”. Dan musik musik adalah suatu “Gestalt”. Pendenar musik yang baik adalah seorang yang dapat menikmati kelebihan daripada apa yang secara fisik diterima oleh telinganya.

KSP42—
Kamis, 02 April 2020 – 15.05 WIB
P U S T A K A :
Sumaryo L.E.
Komponis, Pemain Musik dan Publik
Pustaka Jaya – Jakarta 1978

Tidak ada komentar:

Posting Komentar