Kamis, 23 April 2015

DI ATAS SEBONGKAH BATU Karya Slamet Priyadi





“DI ATAS SEBONGKAH BATU”
Karya: Slamet Priyadi

Sudah sembilan jam sembilan menit sembilan detik menanti
Namun kau belum juga mau muncul tampakkan rupa di sini
Dan,  hanya suasana gulita itu yang temani aku dalam sunyi
Berkawan sepi di malam nan kelam hingga pukul empat pagi

Purnama, Lintang, lupakah kau pada janji yang kita sepakati
Bahwa kau  berdua akan datang menemaniku di  malam hari
Sementara karibmu sang Mentari tak jua muncul sedari pagi
Dan, aku merasa bagai berada di alam yang kosong dan sepi

Di atas sebongkah batu sebesar gajah di tengah-tengah kali
Aku lentang berbaring lalu duduk bersila mesu diri pati geni
Tanpa cahaya, tanpa suara di tengah alam aku berserah diri
Dalam suana hening, gelap pekat, hitam kelam raibkan emosi

Saat wajah tengadah ke langit tanpa rona ada berkas cahaya
Berkelebat panjang berwarna merah kuning biru berupa-rupa
Menebar menyebar berpencar tersebar menghiasi jagad raya
Dan, sang Lintang,  Purnama puteri, munculkan wajah muka

Wajah jadi berbinar-binar, hatipun jadi bersinar-sinar merasa
Kehampaan, kegelapan, kekosongan dalam alam tanpa cahaya
Kembali benderang sang Mentari pagi pun sebarkan sinarnya
Yang segarkan,  hidupkan dan normalkan kembali marcapada

Tuhan,  terimakasih atas segala  kasih, nikmat,  dan karunia!

Rabu, 22 April 2015 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar