Jumat, 03 April 2015

SASTRA MAGIS: "MANTRA WARISAN LELUHUR"


Kumpulan sastra magis berikut ini merupakan mantra pengasihan yang memiliki kegunaan agar kita disenangi dan dikasihi serta agar tetap dicintai oleh wanita atau pria yang kita sukai. Sering dan masih banyak kita jumpai karena masalah sepele hubungan menjadi retak. Tak ada badai tak ada angin tak tahu juntrungannya tiba-tiba kekasih kita, suami atau istri kita minta cerai, dan lain sebagainya. Mantra ini juga berfungsi untuk penglarisan dalam berdagang atau berjualan. Untuk memiliki mantra-mantra ini tentu saja ada syarat-syarat yang harus dijalani.

Berikut adalah beberapa contoh sastra magis berupa syair mantra pengasihan yang penulis koleksi dari orang tua dulu dan dari beberapa sumber:


1.    Pengasihan Untuk Kekasih

Siyo waliya, Sihe idepku 
dak tepungake pucuke alisku,
Dak tepungake pucuke rambutku,
Rokhe, rokhku, 
nyawane nyawaku, 
badane badanku
Preg mati durung mati sida edan,
Ora waras si jabang bayine …
(sebut nama orang yang kita sukai)
Yen ora aku sing nambani

Keterangan:

Mantra di atas adalah agar sang pujaan hati tetap mencintai dan tetap ingin bersatu dengan anda sampai ke jenjang mahligai rumah tangga. Adapun syarat-syarat untuk memiliki mantra pengasihan tersebut adalah,

1.      Puasa mutih” selama 7 hari yang dimulai pada hari Senin.
2.      “Pati geni” selama 1 malam
3.      Setelah melakukan puasa mutih dan pati geni, setiap saat anda bertemu, bacalah mantra di atas. Insya Allah Tuhan memberikan keajaiban pada diri anda.


2.    Pengasihan Semar Nangis

Bismillahirohmanirrohim,
Condhong lungo agendong kari Semar nangis,
Ya aku anake randha kasihan,
Teko welas asih si … 
(sebut nama orang yang anda kasihi)
Menyang sliraku,
Sir teko, sir teko,
Teko siu’llah sir ana ngarepku,
Ana pangucapku,
Welasa sejaku,
Welas asih karep aku,
Kinasihana dening Allah,
La ilah illallah Muhammadur rasulullah

         Keterangan:

Untuk dapat memiliki pengasihan Semar Nangis, persyaratannya adalah,

1.      “puasa mutih” selama 4 hari 4 malam
2.      Dilanjutkan dengan “pati geni” semalaman
3.      Mantra di atas dibaca sambil membayangkan raut wajah wanita yang anda kasihi.


3.    Pengasihan Selasih Ireng

Bismillahirohmanirrohim,
Sun matek ajiku aji Selasih Ireng,
Dak tandur ing lemah ireng,
Ngisore lemah ireng ono dedak mateng,
Ulo dedak mateng siro sun kongkon,
Mlebu gua garbane si … 
(sebut nama orang yang anda sukai)
Remeken balunge,
Ketemu tangi dekno,
Ketemu lungguh lakokno,
Yitmane tunggalno yitmaku
Sukmone tunggalno sukmaku,
Ora pisah yen durung pati kang medhatno
Pisah saking kersaning Allah

Keterangan:

Mantra pengasihan Selasih Ireng ini digunakan bagi wanita atau gadis yang angkuh dan sombong. Suka menghina dan mencaci dengan kata-kata yang menyakitkan hati anda. Selain itu mantra ini juga untuk menundukkan dan melunakkan hati orang tua si gadis. Jadi jika anda memang kebetulan mengalami hal yang sama seperti tersebut di atas, dapat mengamalkan mantra Selasih Ireng ini. Adapun syarat-syarat untuk mengamalkan mantra Selasih ireng  adalah sebagai berikut:

1.      Puasa Senin-Kamis selama 7 Senin 7 Kamis
2.      Puasa Pati Geni selama 1 malam



Referensi:
Ki Wongso Panji Indrajit,
“Ilmu Penerawangan dan Kesaktian”
Penerbit Bintang Terang, Surabaya
1994


“EXPRESI MALAM HARI” Karya Slamet Priyadi

“EXPRESI MALAM HARI”
Karya Slamet Priyadi

Ketika lampu listrik itu padam di tengah malam
Suasana gulita pun  terasa  semakin mencekam
Rupa  Sang  Putri  Dewi malam  nampak muram
Bercadar selimut tebal bertabirkan awan hitam

Tiada lagi sinar  keemasan di peraduan malam
Semua yang ada nampak  semakin  menghitam
Sehitam warna suasana hati  yang jadi geram
Lihat segala tingkah laku manusia kotori alam

Gemericik riak air sungai yang mengalir marah
Sentuh bebatuan terpercik rona merona wajah
Percik air merah menyengat aroma anyir darah
Ayam-ayam  potong  melolong tak punya  wajah

Sementara kelelawar hitam keluar  dari sarang
Kepakkan sayap  terbang  melayang liar garang
Sergap mangsa sang  laron  nyawapun melayang
Tinggallah sang katak dalam hati yang meradang

Suara  serangga  orong-orong di pohon singkong
Suara anjing liar yang terus saja melolong-lolong
Adalah tembang  nyanyian kloro-loro bolo katong
yang tak pernah sepi dan terus saja merongrong

Bumi Pangarakan, Bogor
Jumat, 03 April 2015 – 23:53 WIB

Kamis, 02 April 2015

“ I N G S U N ” Karya Slamet Priyadi


“ I N G S U N ”
Karya Slamet Priyadi

Lima puluh delapan tahun empat sasi ingsun t’lah kembara
Ngelayang terbang terumbang-ambing di alam marcapada
Terbelenggu tali-temali panjang kekang lingkaran samsara
Atma pun menerawang lewati lawang-lawang suka bahagia
Telusuri  alam jiwa raga yang terus saling gelut bergelora
Membara di awang-awang tak bisa langkahi karang marga
Tuju tempat akhir manusia hidup di syurga atau di neraka

Ingsun mesu diri renungkan tentang syariat, dan makrifat
Hakikat sikap hidup di alam mayapada dan di alam akhirat
Yang tiada ada kendali keculi “Dia”, Tuhan Sang Maha Zat
Sang Maha Raja, Maha terkuat dari segala raja yang kuat
Yang perintah-Nya haruslah dilaksanakan tanpa bersyarat
Yang hanya kepada-Nya kita mengharapkan segala hasrat
Tempat memohon  minta segala keinginan yang menggeliat

Tetapi mengapa hingga  sekarang ingsun masih bersiasat ?
Ingsun masih tak menyadari diri ini  bagaikan seekor lalat
Selalu saja mencari-cari alasan dan belum juga mau tobat
Padahal dosa-dosa sudah makin berwarna hitam berkarat
Bergelimang nafsu  angkara murka,  umbar nafsu maksiat
Bersikap angkuh, sombong congkak, dan melupakan sholat
Padahal usia sudah semakin tua tak bisa lagi diulang ralat

Satu demi satu pun sahabat karib pergi tinggalkan ingsun
Dan itu telah buat kropos  bangunan karib yang tersusun
Namun, ada detak-detak  hati nurani mengalun beruntun
Suarakan nada-nada  kesucian religi yang terus mengalun
Ajak ingsun untuk kembali ke hijaunya lembah dan gurun
Berjuang  seberangi belantara da’wah nan lembut santun
Jauhkan angkara satukan sifat kasih dalam tubuh ingsun

Jumat, 03 April 2015 – 09:26 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor