Jumat, 04 Maret 2016

BULAN SEMBUNYI DI BALIK AWAN Karya : Ki Slamet 42

Sajak & Puisi Ki Slamet Priyadi
Sabtu, 05 Maret 2016 - 10:10 WIB
 
Image "Begawan Ciptaning"
Begawan Ciptaning

BULAN SEMBUNYI DI BALIK AWAN
Karya : Ki Slamet 42

Di  jelang petang  ketika malam merayap perlahan
Kususuri jalan  yang ditumbuhi semak berserakan
Di  tepian kali Kudil  yang airnya mulai kehitaman
Yang banyak  dikotori limbah sampah perumahan
Dari orang-orang  yang tak peduli lagi kebersihan

Di  langit sana  ada bulan sembunyi di balik awan
Bersinarkan  cahaya putih  yang kuning keemasan
Tersenyum  malu  tiada mau  pamer kerupawanan
Namun  pancaran cahayanya  dipenuhi kesejukan
Bagaikan cinta kasih  Sang Ibu  sepanjang zaman

Ketika kaki terasa lelah untuk melangkah berjalan
Maka akupun duduklah lalu  menyandarkan badan
Pada sebongkah batu kali kudil yang ada di tepian
Yang  ditumbuhi lumut-lumut  hijau  menyegarkan
Dan kepala tengadah mataku menatap sang bulan

Bulan yang masih di balik awan seperti beri pesan
Agar kita tak bersikap dumeh penuh keangkuhan
Angkuh saat kita bergelimangkan harta kekayaan
Dumeh ketika kita mendapatkan amanah jabatan
Congkak dan sombong ketika kita dalam kejayaan

Merasa diri kita  paling religius  mesti disingkirkan
Merasa diri kita yang paling benar harus dijauhkan
Merasa diri kita saja  yang paling pintar, lenyapkan
Merasa diri kita saja yang paling terkuat, sirnakan
Oleh karena semuanya itu hanyalah milik T u h a n


Kp Pangarakan, Bogor
Sabtu, 05 Maret 2016 – 09:44 WIB
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar