Kamis, 09 April 2020

"HATIKU LURUH DI CURUG TUJUNH" Karya Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet 42: Sajak Puisi Ki Slamet 42
Jumat, 10 April 2020 - 09.28 WIB

Image "Curuk Tujuh" ( Foto: SP)


“HATIKU LURUH DI CURUK TUJUH”
By Ki Slamet 42

Suatu ketika beta pergi ke obyek wisata
Obyek wasata alam indah penuh pesona
“Curug Tujuh” di Cibolang Ciamis utara
Di kaki Gunung Sawal letaklah lokasinya

Curug  Tujuh masih asli keberadaannya
Memiliki tujuh curug yang ketinggiannya 
makin berkurang jika kita menelusurinya
mulai dari hulu hingga sampai ke hilirnya

Keindahan curug  dengan air terjunnya
Mencapai di atas 100 meter ketingginya
Pasti kan membuat hati rasa terpesona
Bagi siapa saja yang sedang ada di sana

Air curug yang jatuh gemuruh suaranya
Membuat decak kagum yang melihatnya
Uap airnya yang putih menebar sejuk rasa
Sirnakan rasa lelah saat menuju ke sana

Setelah sekian lamanya di curug pertama
Maka melangkah kita ke curug berikutnya
Ketinggian curug kedua sampailah kelima
Tak jauh bedanya dengan curug pertama

Perbedaannya itu hanyalah terletak pada
Ketinggianlah curug yang turun posisinya
Baik di curug tujuh, enam dan curug lima
Di sini kita bisa dbuai oleh keindahannya

Selain uap air curug yang sejuklah rasanya
Para pengunjung pun bisa mandi bersama
Di kolam air terjun yang segarlah rasanya
Para wisatawanpun bisa mandi sepuasnya

Dengan lakunan berjalan kurang lebihnya
hampirlah lima kiloan meter jauhnya maka
Di curug enam dan tujuh anda akan tiba
Yang berbeda dengan curug sebelumnya

Ke dua curug ini tingginya 2–3 meter saja
Air yang berada di kolam curug keduanya
Miliki daya tarik tersendiri jadilah pesona
Si Kinclong para wisatawan menyebutnya

Ada juga pengunjung yang menamakannya
Si Kinclong dari Panjalu untuk  keduanya
Utamanya para pengunjung  berusia muda
Yang pada umumnya bersama pasangannya

 Curug Tujuh telah buatlah beta tertawan  
Indah nian dikelilingi hutan masih perawan
Keindahan Curug Tujuh ba’ indah lukisan
Terpampang hiasi romantikanya kehidupan
  
Hinggalah sekarang masih tetap menjulang
Kokoh di kaki gunung Sawal desa Cibolang
Sebarkan uap putih dingin melayang-layang
Yang airnya tiada surut terus menggenang

Curug Tujuh bahkan jadi sumber air rakyat
Masyarakat setempat menjaga dan merawat
R akyat pun banyaklah memperoleh manfaat
Air curug Tujuh di saat kemarau mendaulat

Tuk ke lokasi obyek wisata Curug Tujuh ini
Bisa dengan gunakan kendaraan bermotor
 Pengunjung dapatlah tiba di tempat lokasi
Dengan jalan dari kota Kawali lalu berhenti

Di desa Cibolang kemudian masuk ke lokasi
Rute lain bisalah kita menuju ke sana melalui
Jalur Majalengka  masuk Cibolang melintasi
Winduraja daerah Kabupaten Ciamis nan legi

—KSP42 —
Jumat, 10 April 2020 – 09.12 WIB

 


Rabu, 08 April 2020

Ki Slamet 42 : "HATI-HATI HIPERTENSI"

Blog Ki Slamet 42: Sajak Puisi Ki Slamet 42
Kamis, 09 April 2020 - 11.00 WIB

Image "Ki Slamet 42 ( FOTO: SP)
Ki Slamet 42
“HATI-HATI HIPERTENSI”
By Ki Slamet 42

Kononlah cerita yang dapat dipercaya
Orang yang berdarah ‘O’ dia umumnya
Begitulah gampang terkena hipertensi
Mudah diserang tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi  
Umum diderita orang yang suka sekali
Senang makanan asin berlemak tinggi  
Apa lagi sama merokok dia amat hobi

Penderita darah tinggi atau hipertensi
Dia sangatlah menderita apabila tensi
Darahnya sedanglah  naik tinggi sekali
Kepala pusing napas terasa sesak pasti

Tengkuk kaku tubuh rasa lemas sekali
Sulit BB, tidur, bahu terasa pegal nyeri
Jantung berdebar keras berulang kali  
Jika dibiarkan bisa alami lumpuh pasti

penderita darah tinggi atau hipertensi
Harus menjauhi jangan mengkonsumsi
Makanan berlemak kadar garam tinggi
Minuman beralkohol, merokok hindari

Berikut ini tip pengobatan hipertensi
Makan bawang putih mentah
lima biji
Dimaka  diwaktu pagi dan sore sekali
Baik di waktu tengkuk kaku dan nyeri
 
Makan buah belimbing manis seperti
Belimbing Demak 4, 6 buah setiap hari
Jika tidak ada belimbing, bisa diganti
Dengan mentimun nan segar berseri

Penderita darah tinggi atau hipertensi
Sebaiknya harus amat ekstra hati-hati
 Memilih makanan yang akan dikonsumsi
 Tubuh bisalah stroke karena hipertensi  

—KSP 42—
Kamis, 09 April 2020 – 10.41 WIB
 

Kamis, 02 April 2020

"UNSUR-UNSUR HIDUP DALAM MUSIK"

Blog Ki Slamet 42: Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Jumat, 03 April 2020 - 09.05 WIB

Paduan Suara Guru SMPIT Annur Cimade
 
Drs. Slamet Priyadi
Unsur-unsur ini dalam banyak tulisan tentang musik sudah terkenal, yaitu: irama (ritme), melodi, dan harmoni. Ketiga unsur inilah dalam musik yang pertama-tama bersifat konstruktip. Dalam arti, tidak boleh ditawar-tawar oleh pemain sebagai pernyataan musik itu, sebagai bahan pembangunan yang bersifat  abadi. Kalau diganti irama, melodi dan  harmoninya, lagunya akan menjadi lain.
Yang disebut irama dalam musik sebetulnya lebih mudah dirasakan daripada diterangkan. Irama, secara populer, adalah adanya unsur-unsur  dalam musik sebagai pembagian berlangsungnya waktu yang memberi pernyataan hidup kepada musik itu. Oleh karena irama itu, musik terasa mempunyai gerak. Seringkali di dalam pemakaian sehari-hari, istilah irama dalam musik disamakan dengan matra (maat) atau metrum atau birama. Itu tentu tidak benar.
Matra, metrum atau birama bukanlah unsur-unsur yang memberi pernyataan hidup pada musik. Kita membagi-bagi berlangsungnya musik dalam beberapa matra yang tetap, atau yang tidak tetap, untuk membantu kita mempermudah menggunakan musiknya. Tanda-tanda matra dalam dalam sebuah notasi musik (garis-garis yang vertikal dalam paranada), kalaupun tidak ditulis, tidak mengurangi samasekali intisari musiknya itu sendiri. Sebaliknya, irama adalah unsur mutlak musik. Tanpa irama tidak musik.
Selanjutnya yang dimaksudkan dengan melodi adalah: rentetan nada-nada yang disusun secara ritmis dengan ditetapkan ketinggiannya masing-masing. Unsur-unsur dalam melodi yang menetapkan sifatnya adalah garis ketinggian nada-nada-nadanya dan irama.
Akhirnya, harmoni adalah susunan nada-nada yang bersuara bersama-sama. Pelajaran mengenai harmoni dalam lembaga-lembaga pendidikan musik untuk banyak orang merupakan mata pelajaran yang tidak begitu mudah. Istilah harmoni dalam musik Timur mengikuti hukum-hukum yang berlainan.
Dengan sendirinya, ketiga unsur irama, melodi dan harmoni tadi di dalam susunannya satu sama lain dalam musik tidak hanya merupakan “jumlah” melulu dalam suatu komposisi. Musik harus merupakan suatu pernyataan yang “melebihi” jumlah ketiga usur tadi.
Apa yang merupakan kelebihin ini, kita coba bersama-sama meninjaunya secara tenang di bawah ini. di dalam ilmu, sesuatu yang mempunyai nilai “lebih” daripada jumlah unsur-unsur bangunannya disebut dengan bahasa Jerman “Gestalt”. Dan musik musik adalah suatu “Gestalt”. Pendenar musik yang baik adalah seorang yang dapat menikmati kelebihan daripada apa yang secara fisik diterima oleh telinganya.

KSP42—
Kamis, 02 April 2020 – 15.05 WIB
P U S T A K A :
Sumaryo L.E.
Komponis, Pemain Musik dan Publik
Pustaka Jaya – Jakarta 1978